
Distro apa butik seh ?
Posted by DJ Dika
Tau distro ga? Distro singkatan dari distribution outlet, sebuah tempat yang
menyediakan tempat untuk menjual barang-barang lokal buatan anak negeri
dengan ‘harga terjangkau’, motto yang sering dihembus-hembuskan adalah SUPPORT YOUR LOCAL! Distro ga harus berada di tempat yang bagus dan ber-AC, sesuai definisinya, emperan pinggir jalan pun jadi, yang penting adalah tempat buat menggelar barang dagangan lokal, well distro bisa dibilang istilah keren dari PK-5. Prinsipnya sama cuman barangnya keren-nan dikit lah. Barang-barangnya memang buatan anak negeri sendiri yang ‘belum terkenal’ well mungkin ada beberapa yang udah punya nama, terutama merk clothing dari Bandung seperti 347, Cosmic, Ouval, NLS ataupun Magnawear. Tapi sepertinya hari-hari ini yang distro udah mulai booming di mana-mana, fungsi aslinya sebagai penyalur barang local menjadi teralihkan menjadi BUTIK!
Dulu sekali sebelum menjamurnya distro di indonesia, para pionir clothingan independent ini memang ngebuat distro seperti yang digambarkan diatas. Dimana barang2 andalan sebuah distro itu adalah T-Shirt2 band local yang minim kualitas dan kaset2 Indie label.Sekarang udah terjadi perubahan waktu, dimana kebutuhan konsumen distro menjadi bertambah. Kenapa hanya jual T-shirt dan kaset2 aja ? kenapa tidak ngejual T-shirt dengan design yang lebih bagus dan kualitas bahan yang lebih bagus. Maka terjadilah pengelompokan untuk pengusaha distro dan clothing local ini.Antara lain.
Pengusaha distro yang mempunyai brand clohing.
Pengusaha yang mempunyai brand clothing tapi tidak mempunyai distro.
Pengusaha distro aja.
Hasilnya ?Karena ada pengelompokan seperti itu membuat kompetisi menjadi semakin bagus,..Alhasil, Distro udah mulai mengarah ke Butik. Dimana butik ini masih tetep funsinya sebagai penyalur bahan local.Saya tidak keberatan, gimana dengan anda ?
http://diansocool.blogspot.com/2004/07/distro-apa-butik-seh.html
Bisa dibayangkan kalo distro sudah menyerupai butik tentu saja harganya juga kisaran butik pula, untuk seekor kaos oblong dengan ukuran yang tidak manusiawi (hey, not all women sized 6!!!) harganya berkisar antara 45-65rb rupiah, man..hell no I’m gonna buy that! Jaket dengan design biasa aja dan bahan biasa aja dengan merk R*****m berkisar antara 125-140rb, shit! Kalopun gw udah kerja dan punya uang ndiri gw ga akan beli, apalagi ini masih pake duit ortu gw, hell NO! Katanya anti kapitalis kok nyekik gitu harganya, asal tau aja sembarang t-shirt juga ga pa-pa asal nyaman saya pake, ga usah gaya-gaya-an, ga perlu. Sepotong t-shirt beli di Matahari paling cuman 10rb, kelebihannya kalo saya beli di distro sekitar 35rb bisa dibuat yang laen, gw ga munafik bilang kalo punya duit lebih buat nyumbang ke yang ga mampu, gw hanya sekali-sekali nyumbang, duit lebih itu saya pakai buat keperluan pribadi dunk, buat zine misalnya, ngenet dan tentu saja nongkrong.
Harga tidak masuk akal kah ?Rata2 clothingan local tidak bisa continue produksi dengan bahan yang sama.Kenapa ?Karena resource bahan untuk clothingan local itu adalah bahan sisa export.Karena resourcenya susah, harga bahan baku tersebut juga menjadi mahal.Mungkin itu yang membikin beda clothingan local. Dari segi design yang di sablon, sampe dengan jenis bahannya bisa dikatakan exsklusive. Tapi kalo emang rasanya harga dan bahan tidak cocok, maka JANGAN beli produk itu. Salah satu strategi bisnis clothingan local justru memurahkan produk yang bahannya sama dengan kualitas luar negri.Tapi masih banyak kok yang ngeyel, yang ngasih harga tidak masuk akal,..Dan alasan yang paling masuk akal untuk masalah harga itu semua hanya, mereka memproduksi dengan quantity yang sangat kecil..Memproduksi dengan kuantity yang kecil membuat biayanya menjadi gede,..Dengan quantity seperti itu mereka tentu saja mengharapkan keuntungan yang banyak,..So,..Harga masih tidak masuk akal kah ?
Dulu sekali sebelum menjamurnya distro di indonesia, para pionir clothingan independent ini memang ngebuat distro seperti yang digambarkan diatas. Dimana barang2 andalan sebuah distro itu adalah T-Shirt2 band local yang minim kualitas dan kaset2 Indie label.Sekarang udah terjadi perubahan waktu, dimana kebutuhan konsumen distro menjadi bertambah. Kenapa hanya jual T-shirt dan kaset2 aja ? kenapa tidak ngejual T-shirt dengan design yang lebih bagus dan kualitas bahan yang lebih bagus. Maka terjadilah pengelompokan untuk pengusaha distro dan clothing local ini.Antara lain.
Pengusaha distro yang mempunyai brand clohing.
Pengusaha yang mempunyai brand clothing tapi tidak mempunyai distro.
Pengusaha distro aja.
Hasilnya ?Karena ada pengelompokan seperti itu membuat kompetisi menjadi semakin bagus,..Alhasil, Distro udah mulai mengarah ke Butik. Dimana butik ini masih tetep funsinya sebagai penyalur bahan local.Saya tidak keberatan, gimana dengan anda ?
http://diansocool.blogspot.com/2004/07/distro-apa-butik-seh.html
Bisa dibayangkan kalo distro sudah menyerupai butik tentu saja harganya juga kisaran butik pula, untuk seekor kaos oblong dengan ukuran yang tidak manusiawi (hey, not all women sized 6!!!) harganya berkisar antara 45-65rb rupiah, man..hell no I’m gonna buy that! Jaket dengan design biasa aja dan bahan biasa aja dengan merk R*****m berkisar antara 125-140rb, shit! Kalopun gw udah kerja dan punya uang ndiri gw ga akan beli, apalagi ini masih pake duit ortu gw, hell NO! Katanya anti kapitalis kok nyekik gitu harganya, asal tau aja sembarang t-shirt juga ga pa-pa asal nyaman saya pake, ga usah gaya-gaya-an, ga perlu. Sepotong t-shirt beli di Matahari paling cuman 10rb, kelebihannya kalo saya beli di distro sekitar 35rb bisa dibuat yang laen, gw ga munafik bilang kalo punya duit lebih buat nyumbang ke yang ga mampu, gw hanya sekali-sekali nyumbang, duit lebih itu saya pakai buat keperluan pribadi dunk, buat zine misalnya, ngenet dan tentu saja nongkrong.
Harga tidak masuk akal kah ?Rata2 clothingan local tidak bisa continue produksi dengan bahan yang sama.Kenapa ?Karena resource bahan untuk clothingan local itu adalah bahan sisa export.Karena resourcenya susah, harga bahan baku tersebut juga menjadi mahal.Mungkin itu yang membikin beda clothingan local. Dari segi design yang di sablon, sampe dengan jenis bahannya bisa dikatakan exsklusive. Tapi kalo emang rasanya harga dan bahan tidak cocok, maka JANGAN beli produk itu. Salah satu strategi bisnis clothingan local justru memurahkan produk yang bahannya sama dengan kualitas luar negri.Tapi masih banyak kok yang ngeyel, yang ngasih harga tidak masuk akal,..Dan alasan yang paling masuk akal untuk masalah harga itu semua hanya, mereka memproduksi dengan quantity yang sangat kecil..Memproduksi dengan kuantity yang kecil membuat biayanya menjadi gede,..Dengan quantity seperti itu mereka tentu saja mengharapkan keuntungan yang banyak,..So,..Harga masih tidak masuk akal kah ?


Tidak ada komentar:
Posting Komentar